Last Update: February 23, 2012, 11:43 WIB       ENGLISH VERSION  |  BLOG       

Akses Energi

Program ini bertujuan mewujudkan dan meningkatkan keamanan energi, serta akses energi yang terjangkau dan berkelanjutan bagi rakyat Indonesia, khususnya masyarakat miskin, melalui pengembangan institusi, kebijakan dan program serta investasi publik untuk mencapai 4A (Availability, Accessibility, Affordability, Acceptability) dalam penyediaan energi.

Sub program:

  1. Energy Services for All: program advokasi kebijakan dan kampanye publik dengan tujuan mendorong penyediaan akses energi bagi masyarakat miskin untuk mencapai tujuan pembangunan millennium (Millenium Development Goals). Dalam kampanye ini IESR mendorong: (1) pengembangan dan implementasi program energi nasional dan lokal yang berpihak pada kepentingan publik khususnya masyarakat miskin; (2) penyediaan energi (listrik dan bahan bakar) yang cukup dan terjangkau bagi masyarakat miskin melalui: alokasi anggaran sebesar US$ 1-1,5 milyar per tahun untuk pembangunan listrik perdesaan berbasis pada off-grid renewable energy system, isolated and mini grid expansion; (3) pengembangan kapasitas lokal untuk memanfaatkan potensi energi setempat, serta (4) reformasi subsidi energi (energy subsidy reform).
  2. Modeling for Alternative Energy Scenario: dengan menggunakan perangkat pemodelan Long Range Alternative Energy Planning (LEAP) dan System Dynamic. Sejak 2008, IESR menggunakan model LEAP untuk mengkaji dampak kebijakan dan program di sektor kelistrikan, serta mengkaji opsi alternatif untuk mengurangi emisi gas rumah kaca di sektor kelistrikan melalui pengembangan energi terbarukan. Selain itu IESR juga mengembangkan kajian Best Practice Model for Renewable Project dengan menggunakan System Dynamic untuk melengkapi pemodelan institusi pengembangan energi terbarukan.
  3. Technical Assistance for Renewable based Rural Electrification: dimana IESR memberikan bantuan teknis kepada komunitas untuk melakukan kajian (assessment) potensi energi terbarukan setempat dan pemanfaatannya dalam bentuk penyusunan studi kelayakan (feasibility study), serta jika memungkinkan melaksanakan mobilisasi pendanaan untuk merealisasikan proyek energi terbarukan tersebut.
Share