Tentang Jejak Karbon

Jejak Karbon (Carbon Footprint)

Jejak Karbon dan Kenaikan Emisi Gas Rumah Kaca

Beragam aktivitas manusia menyebabkan peningkatan konsentrasi gas-gas rumah kaca (GRK) di atmosfer bumi. Gas-gas rumah kaca ini memiliki kemampuan untuk mengikat radiasi sinar matahari yang dipantulkan oleh bumi dan yang datang dari luar angkasa. Secara alami, gas-gas rumah kaca ini diperlukan di atmosfer untuk menjaga permukaan bumi tetap hangat. Jika tidak, maka suhu permukaan bumi akan lebih dingin sehingga kehidupan di bumi ini tidak akan dapat berlangsung seperti sekarang.

Mengingat sifat gas rumah kaca yang mengikat panas, apabila konsentrasi gas-gas tersebut di atmosfer mengalami peningkatan maka panas matahari yang terperangkap di atmosfer menjadi lebih banyak. Akumulasi panas inilah yang dapat menyebabkan peningkatan suhu permukaan bumi. Itulah sebabnya, jika konsentrasi gas-gas rumah kaca terus meningkat di atmosfer, fenomena pemanasan  global akan terjadi.

United Nation Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) menetapkan enam jenis gas rumah kaca yang dihasilkan oleh tindakan manusia: Karbondioksida (CO2), Metana (CH4), Nitro Oksida (N2O), Hydrofluorocarbons (HFCs), Perfluorocarbons (PFCs) dan Sulfur hexafluoride (SF6). Menurut hasil observasi, suhu permukaan bumi  sudah naik rata-rata sebesar 1°C sejak awal revolusi industri (akhir abad ke-18) dan kenaikan ini akan mencapai 2°C pada pertengahan abad ini dan lebih dari 3,5°C pada akhir 2100 jika tidak dilakukan tindakan drastis untuk mengurangi laju pertambahan emisi gas rumah kaca dari aktifitas manusia.

Peningkatan temperatur rata-rata bumi yang lebih tinggi akan menyebabkan terjadinya perubahan iklim yang akan mengakibatkan perubahan faktor-faktor iklim, seperti curah hujan, penguapan dan temperatur. Perubahan-perubahan ini juga dapat memicu terjadinya bencana lingkungan dengan skala yang lebih besar dan frekuensi yang lebih sering. Pada intinya perubahan iklim mengancam peradaban manusia modern dan keberlanjutan ekosistem global.

Jejak Karbon dan Mitigasi GRK Individu atau Kelompok

Pada masa kini, kecenderungan manusia untuk memperoleh hidup yang nyaman mendorong lahirnya kebiasaan hidup (lifestyle) yang berdampak buruk terhadap lingkungan. Kebiasaan menggunakan kendaraan pribadi terutama mobil dibandingkan dengan kendaraan umum atau kendaraan tanpa mesin, penggunaan pendingin udara atau pemanas ruangan secara berlebihan, dan penggunaan perangkat elektronik berbasis listrik untuk membantu pekerjaan rumah tangga sehari-hari secara berlebihan adalah kebiasaan hidup modern.

Faktanya hampir seluruh kegiatan kita berkontribusi terhadap kenaikan emisi gas rumah kaca di atmosfer. Hal ini terjadi karena sebagian besar aktivitas manusia membutuhkan sumber energi yang saat ini sebagian besar masih berasal dari bahan bakar fossil seperti: minyak bumi, gas alam dan batubara; dan ekstraksi sumber daya alam lainnya. Pembakaran bahan bakar fossil untuk memenuhi kebutuhan energi manusia dalam melaksanakan kehidupan sehari-hari berkontribusi terhadap hampir 2/3 emisi gas rumah kaca yang diproduksi secara global.

Besaran emisi gas rumah kaca yang diproduksi oleh individu untuk kegiatan sehari-hari dan/atau organisasi untuk menyelenggarakan peristiwa (event) atau membuat produk  disebut sebagai Jejak Karbon. Lazimnya besaran emisi ini dinyatakan dalam satuan ton karbon atau ton karbon dioksida ekuivalen.

Beberapa contoh tentang Jejak Karbon

  1. Apabila kita mengendarai mobil yang berbahan bakar bensin atau solar (yang merupakan energi yang tidak terbarukan) dari satu tempat ke tempat lain, maka aktivitas ini akan menghasilkan emisi CO2  dalam jumlah tertentu.  Perjalanan sejauh 1 km akan menghasilkan emisi sebanyak 200 gram CO2
  2. Penggunaan energi listrik untuk keperluaan sehari-hari misalnya penerangan,  menggerakan atau menyalakan perangkat pribadi (notebook, HP, PDA, dsb) dapat memproduksi emisi CO2 yang bersumber dari pembakaran bahan bakar fossil di pembangkit listrik. Untuk setiap penggunaan lampu berdaya 10 Watt yang dinyalakan selama 1 jam, maka CO2 yang dihasilkan adalah 9,51 gram.
  3. Apabila kita mulai mengurangi penggunaan kertas untuk kebutuhan pencetakan (printing), maka kita bisa mengurangi sekitar 226,8 gram CO2 per lembarnya. Oleh karena itu, melakukan pencetakan dokumen secara bijaksana, menggunakan kertas pada dua sisinya akan sangat membantu memangkas emisi gas rumah kaca dari produksi kertas.

Karbon Kalkulator

Menghitung Jejak Karbon akan membantu individu dan kelompok untuk mengetahui seberapa besar produksi emisi karbon yang dihasilkan pada satu waktu periode tertentu. Untuk melakukan perhitungan tersebut, alat bantu seperti kalkulator Jejak Karbon diperlukan.

Pengukuran jejak karbon bertujuan untuk mengetahui besaran emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari gaya hidup dan konsumsi langsung terhadap barang dan jasa oleh individu atau kelompok. Kadang ada juga yang menghitung dengan pendekatan yang berbeda atau lebih rinci. Contoh penghitungan Jejak Karbon yang paling sederhana adalah: 1) konsumsi energi, biasanya tenaga listrik; 2) perjalanan dengan menggunakan motor/mobil, atau 3) perjalanan dengan menggunakan pesawat.

Beberapa kalkulator karbon sudah dikembangkan oleh sejumlah organisasi dan dapat ditemukan di internet. Hanya saja, kalkulator karbon yang selama ini bertebaran di dunia maya cenderung didasarkan pada pola hidup, teknologi dan kebiasaan yang ada di negara-negara maju, khususnya negara Eropa dan Amerika Utara. Faktor emisi yang dipakai juga lebih relevan dengan perkembangan teknologi yang ada di negara-negara tersebut. Oleh karenanya, banyak fitur atau aktivitas yang tidak relevan atau sesuai dengan kondisi sehari-hari di negara-negara berkembang. Tabel berikut ini memperlihatkan perbedaan yang diberikan pada dua kalkulator karbon yang berbeda.

Tabel Perbandingan Jumlah Emisi Karbon yang Dihasilkan

Kegiatan yang dilakukan Jumlah emisi karbon yang dihasilkan Referensi
Penggunaan listrik di rumah sebesar 10 kWh per bulan 4 kg CO2 http://www.safeclimate.net/calculator/
Penggunaan listrik di rumah sebesar 10 kWh per bulan 10 kg CO2 http://www.carbonfootprint.com/calculator.aspx
Berkendara dengan menggunakan mobil (efisiensi 10 liter/100 km) sejauh 12000 mil per tahun 2780 kg CO2 http://www.jpmorganclimatecare.com/

Untuk menjembatani kebutuhan orang Indonesia untuk mengetahui emisi gas rumah kaca yang dihasilkan di Indonesia, Institute for Essential Services Reform (IESR) mengembangkan kalkulator Jejak Karbon  yang sesuai dengan kondisi dan situasi pola konsumsi energi dan gaya hidup masyarakat Indonesia, dengan faktor emisi yang sesuai dengan profil pasokan energi di Indonesia.

Kalkulator Jejak Karbon yang dikembangkan oleh IESR merupakan bagian dari kegiatan kampanye untuk membangun kesadaran individu dan kelompok tentang konsekuensi aktivitas dan gaya hidup terhadap pengerusan daya dukung bumi, dampak lingkungan dan perubahan iklim. Peningkatan kesadaran diharapkan dapat mendorong setiap individu untuk lebih bertanggung jawab dan mampu merancang serangkaian tindakan yang diperlukan untuk mengurangi jumlah emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari aktivitasnya. Apabila tindakan ini dilakukan secara kolektif dan berkelanjutan, aksi tersebut dapat menjadi dasar untuk mewujudkan masyarakat rendah karbon (low carbon society).

Situs-Situs Kalkulator Karbon

Apabila Anda ingin mengetahui seberapa banyak (dalam satuan ton) emisi karbon yang Anda keluarkan dalam 1 tahun, maka Anda dapat menghitungnya dengan menggunakan kalkulator karbon yang dapat Anda rujuk dari beberapa website dibawah ini:

http://www.resurgence.org/education/carbon-calculator.html
http://www.bp.com/iframe.do?categoryId=9027929&contentId=7050956
http://www.carbonfootprint.com/calculator.aspx
http://www.safeclimate.net/calculator/
http://www.myfootprint.org/
http://www.nature.org/initiatives/climatechange/calculator/
http://spectrum.ieee.org/static/carbon-calculator-2009
http://www.jpmorganclimatecare.com/

Meskipun tidak terlalu akurat 100% tapi setidaknya Anda dapat mengukur seberapa banyak Anda ikut menyumbang pemanasan global pada satu-satunya bumi kita ini.