Position Paper: The Importance Of Sustainable Energy And Energy Access In The Post-2015 Development Agenda To Overcoming Resources And Climate Constraint World

Posted on March 23, 2013 · Posted in Publikasi

Sehubungan dengan berlangsungnya pertemuan High Level Panel of Eminent Person di Bali tanggal 25 Maret – 27 Maret mendatang di Nusa Dua Bali, Institute for Essential Services Reform (IESR) mengembangkan sebuah kertas posisi mengenai pentingnya energi berkelanjutan dan akses pada energi di dalam agenda pembangunan pasca 2015, terutama di bumi yang memiliki keterbatasan sumber daya dan juga dibatasi oleh dampak perubahan iklim. Kertas posisi ini disusun berdasarkan 3 kali konsultasi yang dilangsungkan pada tanggal 21 Januari 2013, 15 Februari 2013, dan 18 Maret 2013.

Beberapa poin-poin penting yang tercantum dalam kertas posisi tersebut adalah:

  • Pembangunan berkelanjutan harus dapat mengatasi penyebab dan dampak dari perubahan iklim dan degradasi lingkungan. Hal ini berarti adanya implementasi jalan-jalan menuju pembangunan rendah emisi. Seluruh negara harus mengembangkan dan mengimplementasi rencana-rencana untuk memaksimalkan penggunaan energi terbarukan dan konservasi energi. Hal ini sangat vital baik untuk ketahanan energi nasional maupun global.
  • Universal akses pada energi haruslah menjadi prioritas. Setiap orang harus memiliki akses, paling tidak pada tingkatan minimum dari layanan energi yang aman, berkelanjutan dan terjangkau. Ini berarti bahwa energi harus juga terjangkau bagi orang-orang yang hidup dii daerah-daerah terpencil, pulau-pulau kecil, dan untuk komunitas miskin; memastikan subsidi publik untuk diarahkan pada tujuan-tujuan ini.
  • Reformasi subsidi bahan bakar fosil harus dilakukan. Suubsidi ini harus diarahkan pada investasi pengembangan energi terbarukan dan konservasi energi serta untuk penyediaan universal akses pada energi.
  • Perencanaan pembangunan pasca 2015 harus menegaskan pembangunan jangka panjang yang dapat mengantisipasi bukan hanya dampak-dampak fast-onset, seperti kejadian-kejadian cuaca ekstrim, namun juga dampak-dampak slow-onset dari perubahan iklim yang akan mempengaruhi rakyat miskin khususnya.
  • Kerangkan pembangunan pasca 2015 harus juga memiliki mekanisme partisipasi inklusif dari berbagai pihak termasuk masyarakat sipil dan komunitas orang-orang miskin dalam implementasi serta untuk memonitor perkembangan di tataran internasional, nasional, dan lokal.
  • Sebuah target yang jelas untuk mencapai universal akses pada energi, optimalisasi penggunaan energi terbarukan, dan energi efisiensi, seperti yang terdapat dalam inisiatif Sustainable Energy for All (SEfA). Dalam mendukung target-target tersebut, sebuah peta jalan harus dikembangkan berikut dengan kerangka waktu yang diperlukan. Peta jalan tersebut harus ditinjau dan dievaluasi secara berkala, sesuai dengan keadaan masing-masing negara pada saat tinjauan tersebut berlangsung.
  • Pendanaan yang diperuntukkan pada universal akses pada energi harus diciptakan di tataran internasional di tahun 2015, untuk mempercepat negara-negara berkembang mencapai target yang telah ditetapkan untuk mencapai akses pada energi, penyebaran energi terbarukan, serta efisiensi energi, yang juga harus didukung dengan transfer teknologi dan peningkatan kapasitas. Seluruh kelengkapan yang diperlukan oleh negara-negara berkembang untuk mengakses pendanaan tersebut harus dikembangkan termasuk tata kelola dari pendanaan tersebut serta mekanisme tinjauan untuk mengetahui efektivitas dari dana tersebut.

Apabila organisasi Anda mendukung posisi ini, silahkan mengirimkan e-mail ke iesr@iesr.or.id dengan mencantumkan di judul e-mail Anda: Pasca 2015,  serta mencantumkan nama organisasi Anda dalam badan e-mail untuk mendukung posisi ini.

Download PDF

Share