Opini
Analisa Ekonomi Listrik Swasta
Penyediaan tenaga listrik bagi negara dengan ekonomi yang berkembang pesat dan seluas Indonesia bukanlah perkara mudah. Jika ekonomi tumbuh 6 persen, pasokan listrik paling tidak harus tumbuh 9 persen per tahun atau setara dengan 3500-4500 MW kapasitas pembangkit baru, diluar daya cadangan (reserve margin). Untuk membaca artikel ini silahkan klik link dibawah untuk download filenya. [...]
Akankah Bumi “Terselamatkan” Di Durban?
Primer tentang COP 17/CMP 7 Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim 2011 di Durban, Afrika Selatan Fabby Tumiwa Perkembangan Negosiasi Perubahan Iklim (UNFCCC) Negosiasi PBB tentang perubahan iklim (UNFCCC) dilanjutkan kembali di negeri Nelson Mandela, Afrika Selatan. Tepatnya di Durban. Selama dua minggu, dimulai pada 28 November hingga 9 Desember 2011, para negosiator dari 180 lebih [...]
Between Populism and Price Increases: Who Will Pay for the Cost of Renewable Energy?
By Davida Wood, with Shantanu Dixit (Prayas, India), Chuenchom Sangarasri Greacen (Palang Thai, Thailand), Asclepias Indriyanto (Indonesian Institute for Energy Economics, Indonesia), Bharath Jairaj, Antonio La Vina (Ateneo School of Government, Philippines), and Fabby Tumiwa (Institute for Essential Services Reform, Indonesia) on June 21, 2011.
Is Indonesia Ready for Nuclear Power?
AsiaViews, Vol IV No. 12, April-May 2011 Halaman 4 – 6. Fabby Tumiwa menuliskan analisisnya tentang kesiapan Indonesia membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dan bagaimana institusi pemerintah yang bertanggung jawab terhadap pengembangan PLTN memanipulasi fakta dan informasi untuk mendapatkan dukungan publik terhadap rencana pembangunan PLTN tersebut. The recent accident in TEPCO’s Fukushima Daicchi nuclear [...]
Achieving Parity for Renewable Energy Technologies in Indonesia
Renewable energy is essential for our future. It is not an option but necessity for the survival of the nation. Our current and most dominant energy system is based on the non-renewable resources, and those resources are coming closer to the exhaustion. This is the inconvenient truth for a country once claimed being energy resources [...]
Tulisan Opini I: Mempertanyakan PT Weda Bay Nickel di Maluku Utara
Oleh: Nurmansyah Surya Adiputra- Di kalangan aktivis lingkungan, nama PT Weda Bay Nickel (WBN) (Indonesia) dan salah satu badan Bank Dunia (World Bank / WB) yaitu Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA) belakangan menjadi bahasan penting dalam kaitan perusahaan itu dalam menambang nikel di Halmahera, Maluku Utara.
Kolom Opini Koran Kontan – Politisasi TDL
Oleh: Fabby Tumiwa – Tarif Dasar Listrik (TDL) telah dinaikan 1 Juli tetapi kisruh atas kebijakan yang disepakati oleh eksekutif dan DPR tersebut tetap berlanjut.
Kolom Opini Media Indonesia – Dampak Penaikan TDL
Oleh: Fabby Tumiwa – Sejak lepas dari krisis ekonomi 1998, konsumsi listrik tumbuh dengan laju kurang dari 6 persen per tahun. Padahal untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 6 persen, konsumsi listrik perlu tumbuh sedikitnya 8 persen.
Kolom Opini Harian KOMPAS- Setelah TDL Naik
Oleh: Fabby Tumiwa – Tarif dasar listrik atau TDL pun bulan ini dinaikkan. Kenaikan ini sesungguhnya hanya mengurangi subsidi Rp 4,8 triliun. Walaupun demikian, kontroversi pasca-kebijakan ini diambil terus merebak.
Perubahan Iklim Semakin Nyata, Demikian juga dengan Ketidakadilan Iklim
Oleh: Fabby Tumiwa – Pada awal bulan Juni ini, Nordic Council of Minister (Norden) merilis sebuah laporan berjudul: Physical Climate Science since IPCC AR4, yang merupakan pemutakhiran (update) dari laporan Intergovermental Panel on Climate Change Fourth Assessment Report (IPCC AR4) yang dirilis tahun 2007 lalu.
Eye on Extractive Industries Update (Volume I/IESR/2010)
Eye on Extractive Industry is not only update resume about extractive industry reform issues, but also analyze issues to capture the developments, trends & issues around extractive industry reform.
Listrik Gratis untuk Orang Miskin
Dalam suatu forum diskusi dengan wartawan ekonomi dan moneter akhir minggu, Dirut PT PLN Dahlan Iskan melemparkan gagasan ”listrik gratis bagi orang miskin”.





