Last Update: February 23, 2012, 11:43 WIB       ENGLISH VERSION  |  BLOG       

Profil Staf

Fabby Tumiwa

Direktur Eksekutif

Selama 10 tahun terakhir Fabby bekerja untuk isu-isu energi dan perubahan iklim. Fabby juga terlibat dalam berbagai penelitian dan kajian tentang kebijakan tata kelola energi dan kelistrikan di Indonesia. Dia juga memiliki pengalaman teknis dalam merancang dan mengembangkan proyek energi terbarukan khususnya solar PV, biogas, dan micro-hydro. Fabby juga aktif dalam negosiasi perubahan iklim internasional sejak 1999. Sejak 2006 dia menjadi anggota delegasi Indonesia (DELRI) di berbagai forum negosiasi perubahan iklim (UNFCCC).

Sebelum bergabung dengan IESR, Fabby sempat bekerja di sejumlah NGO di Indonesia. Dia juga dikenal oleh media sebagai ahli analisa energi dan ketenagalistrikan Indonesia. Komentar,  tulisan serta analisanya juga dipublikasikan di berbaga media  baik cetak dan elektronik. Fabby berlatar belakang pendidikan teknik elektro, dan sempat mengambil studi  sistem listrik tenaga matahari di Jepang. Fabby juga sempat mengenyam beasiswa bergengsi, Eisenhower Fellowship di tahun 2009 (www.eisenhowerfellowships.org).

Kontak Fabby Tumiwa:  fabby_at_iesr-indonesia.org

Henriette Imelda Rambitan

Koordinator Program

Henriette Imelda Rambitan atau akrab dipanggil Ime bergabung dengan IESR sejak September 2009.  Sebelum bergabung dengan IESR, Cewek yang hobi travelling ini sempat bekerja di NGO Pelangi selama tiga tahun. Saat itu dia  fokus pada isu Mitigasi Perubahan Iklim, khususnya pada isu-isu perdagangan karbon (CDM dan Voluntary Market). Sepanjang bekerja di Pelangi dia juga sempat melakukan penelitian tentang Mitigasi Perubahan Iklim di Komunitas terutama di area energi terbarukan (microhydro) dan efisiensi energi (masak dengan menggunakan kompor) sebagai bagian program SSN  (SouthSouthNorth – sebuah jaringan NGO yang ada di enam Negara: Brazil, Indonesia, Mozambique, Bangladesh, Afrika Selatan dan  Tanzania). Di tahun 2004 – 2005, dia bekerja sebagai asisten peneliti untuk  Shell International Chemical,  yang melakukan penelitian pada unit CO2 removal untuk pabrik Etilen Oksida Ethylene Glycol milik Shell.

Kontak Henriette Imelda Rambitan: imelda_at_iesr-indonesia.org

Kharina Dhewayani

Koordinator Keuangan dan Administrasi

Kharin demikian panggilan akrab cewek peraih gelar diploma Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) jurusan Hukum Pajak tahun 1996. Dia kemudian melanjutkan studinya di Universitas Sumatera Utara dan meraih gelar S1 di jurusan Akutansi Ekonomi.

Sebelum bergabung dengan  IESR, Kharina sempat bekerja di Kantor Pelayanan Pajak (KPP)  Medan sebagai auditor pajak selama empat tahun.  Setelah itu dia pindah ke Jerman dan bekerja sebagai staf di AWO,  Duisburg, North Rhein Westfallen selama tiga setengah tahun.  Setelah dia kembali ke Indonesia, perempuan yang akrab di panggil Kharin ini kemudian bergabung dengan NGO  Heifer International sebagai  Finance Program Officer  dan tanggungjawab terbesarnya di sana adalah melakukan internal audit dan monitoring budget untuk 35 NGO lokal sekitar Sumatera.

Kontak Kharina:  kharina_at_iesr-indonesia.org

Thomas Hladik

Penasihat untuk Pengembangan Organisasi

Bergabung dengan IESR tahun 2007, sebelumnya Thomas pernah bekerja di berbagai NGO baik di Inggris, Kamboja, dan Indonesia.

Kontak Thomas:  thomas_at_iesr-indonesia.org

.

Morentalisa Hutapea

Staf Program Reformasi Industri Ekstraktif (Analysis, Research and Capacity Building)

Morentalisa adalah staf program industri ekstraktif, yang bertanggung jawab untuk kajian dan penelitian industri ekstraktif di Indonesia dan Asia Tenggara. Morentalisa menyelesaikan studi dalam Ilmu Hubungan Internasional di Universitas Indonesia tahun 2010. Selama menjadi mahasiswa dia juga  menjadi asisten dalam matakuliah Dinamika Kawasan Asia Selatan dan Asia Tengah di Departemen Ilmu Hubungan Internasional.

Sebelum bergabung di IESR, Moren pernah bekerja sebagai peneliti di sebuah organisasi non-pemerintah (NGO) bernama Pro-Patria dan magang di Institute for Global Justice (IGJ). Selain menaruh perhatian terhadap industri ekstraktif, perhatian Morentalisa terhadap isu lingkungan telah membawanya menjadi delegasi untuk World Leadership Conference dan Asian Youth Energy Summit di Singapura pada tahun 2009.

Kontak Morentalisa: morentalisa_at_iesr-indonesia.org

Yesi Maryam

Staf Program Reformasi Industri Ekstraktif (Outreach, Campaign and Stakeholder Engagement)

Yesi adalah staf program industri ekstraktif yang bertanggung jawab untuk kampanye dan hubungan dengan pemangku kepentingan. Yesi adalah alumni dari Universitas Indonesia jurusan Ilmu Politik (FISIP). Sebelum bergabung bersama IESR, dia telah bekerja selama delapan tahun sebagai communication officer untuk program pemberdayaan masyarakat, seperti Program Pengembangan Kecamatan (PPK), Program Pendidikan Dasar Australia Indonesia dan Program Pengelolaan Sampah berbasis Masyarakat. Yesi memiliki minat dalam pengembangan media komunitas -khususnya untuk kelompok akar rumput-dan bergabung di Yakoma PGI sebagai fasilitator lepas untuk pengembangan video komunitas. Dia juga menjadi anggota komunitas jaringan sosial untuk peningkatan kualitas lingkungan di Jakarta. Yesi saat ini sedang menempuh pendidikan master (S-2) bidang manajemen komunikasi di Universitas Trisakti, Jakarta.

Kontak Yesi Maryam: yesi_at_iesr.or.id

Rini Yuni Astuti

Program Officer Energi dan Perubahan Iklim

Rini pertama kali bergabung dengan IESR pada Januari 2008 sebagai Program Officer Energi dan Perubahan Iklim. Sebelum bekerja dengan IESR, Rini telah menggeluti isu gender dan konflik sumber daya alam selama kurang lebih 4 tahun. Pada tahun 2009, Rini mendapat Chevening scholarship, sebuah program beasiswa kompetitif dari Pemerintah Inggris untuk mengambil studi S2 mengenai kebijakan publik dan perubahan iklim.

Sepulang dari studi S2, Rini mengambil fokus perhatian pada persoalan mitigasi perubahan iklim dan pengelolaan sumber daya alam sebagai pilihan karir profesional. Selain menjadi Research Associate di IESR, Rini aktif bekerja sebagai peneliti dan konsultan di berbagai lembaga pemerintah dan lembaga internasional antara lain UN-REDD, UNEP, Bappenas, Komite Ekonomi dan Sumber Daya Alam DPD, dan BUMN.

 

Share